TANJUNG ERAN BERDAYA

Artikel

Hampir seluruh Balita di Tanjung Eran sudah Imunisasi MR

08 September 2018 08:07:55  Muhamad Difa  190 Kali Dibaca 

Mandi Angin. Jum’at, 7 September 2018, Posyandu Melati dan Posyandu Flamboyan Desa Tanjung Eran telah melaksanakan kegiatan rutin penimbangan balita dan dilanjutkan dengan Pelaksanaaaan Imunisasi MR  (Measles & Rubella) oleh tim dari Puskesmas Anggut kepada  balita dan anak-anak desa Tanjung Eran.  POSYANDU adalah kegiatan rutin setiap bulan yang dilakukan oleh para Kader merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Imunisasi MR merupakan program pemerintah untuk mencegah penularan penyakit campak dan rubella yang bisa mengakibatkan kematian dan kecatatan. Imunisasi yang diberikan untuk anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun ini dilaksanakan serempak di seluruh wilayah Indonesia pada Agustus-September.

Normatati, salah satu Kader Posyandu Desa Tanjung Eran  mengajak seluruh orangtua yang ada di Desa Tanjung Eran untuk sama-sama mendukung penuh kegiatan ini, agar buah hatinya memiliki kekebalan untuk memutus mata rantai dari penyakit mematikan yang diakibatkan oleh penyakit campak serta Rubella ini.  Selanjutnya Normatati juga menyampaikan bahwa hampir seluruh balita di desa Tanjung Eran sudah mendapatkan imunisasi MR ini, adapun yang belum akan segera di anjurkan untuk mengikuti imunisasi susulan.

Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus campak dan rubella. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit campak dan rubella adalah orang yang berisiko tinggi tertular penyakit ini.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis) sedangkan gejala penyakit rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian, mirip gejala flu.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Data menunjukkan, pada tahun 2000, lebih dari 12 juta anak di dunia meninggal karena komplikasi penyakit campak.

Sedangkan rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Di Indonesia, rubella merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia kurang dari 15 tahun (cetta)

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Statistik Penduduk

Aparatur Desa

Back Next

Arsip Artikel

Agenda

Belum ada agenda

Sinergi Program

PUSKOMINFO PPDI MEDIA CENTER BENGKULU SELATAN

Info Media Sosial

Wilayah Desa

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:19
    Kemarin:83
    Total Pengunjung:214.031
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.229.142.91
    Browser:Tidak ditemukan